Museum Perundingan
Linggarjati Kuningan.
Museum Linggarjati terletak di Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus Kabupaten
Kuningan Jawa Barat. di kaki gunung Ciremai lokasinya mudah dicapai dari
Kota Kuningan maupun Kota Cirebon. didukung dengan sarana jalan yang bagus dan
nilai sejarahnya seharusnya tempat ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata
unggulan di Kota Kuningan.
museum linggarjati merupakan saksi
perjuangan bangsa Indonesia dalam bidang diplomasi untuk mencapai kemerdekaan
Indonesia sehingga menghasillkan perjanjian linggarjati untuk mengakhiri
perselisihan antara pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Belanda
yang ditandatangani antara pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah
Belanda dimana pemerintah Inggris berlaku sebagai penengah.
museum linggarjati terletak tidak jauh dari jalan raya Kuningan dan letaknya
lebih tinggi dari permukaan jalan raya sehingga pengunjung bisa melihat daerah
sekelilingnya seperti hamparan pepohonan tinggi di kiri kanan jalan raya yang
terletak dibawahnya dan kawasn perbukitan dan gunung Ciremai di kejauhan kawasan
sekitar museum terasa asri dengan rindang pepohonan ditambah lokasinya yang di
kawasan dataran tinggai .museum Linggarjati terdiri dari beberapa bangunan
rumah besar satu lantai bergaya kolonial Belanda yang saling berhubungan satu
sama lainnya.
Kendaraan besar seperti bus maupun kendaraan pengunjung baik mobil dan motor
dapat diparkir di tempat parkir yang cukup luas didepan museum.Di museum
linggarjati sayangnya belum ada restoran maupun kafe .tetapi pengunjung tidak
perlu khawatir karena terdapat banyak pedagang yang menyajikan makanan bahkan
buah-buahan hasil perkebunan dari masyarakat sekitar mengingat kondisi tanah
yang subur menjadikan kawasan ini merupakan daerah persawahan dan perkebunan.
Di depan museum linggarjati terdapat plang bertuliskan
bangunan
cagar budaya gedung perundingan linggarjati dilindungi undang-undang no 5 tahun
1992 tentang benda cagar budaya kementrian kebudayaan dan pariwisata balai
pelestarian dan peninggalan purbakala serang .

Di dalam musium Linggarjati terdapat hasil perundingan Linggarjati yang
terpampang dalam papan besar dilapisi kaca berlatar belakang warna kuning di
dinding ditulis masih dalam ejaan lama.

NASKAH PERSETOEDJOAN LINGGARJATI
1.LINGGARDJATI 10-15 NOVEMBER 1946
2.DITANDA-TANGANI DI DJAKARTA TGL.25 MARET 1947
DELEGASI INDONESIA
1.SUTAN SYAHRIR
2.MR.SOESANTO TIRTOPRODJO
3.D.R A.K GANI
4.MR.MOHAMMAD ROEM
DELEGASI BELANDA
1.PROF.DR..MR.SCMERHORN
2.Dr.VAN MOOK
3.Mr.VAN POOL
4.Dr.F.DE BOER
SAKSI
1.Dr.LEIMENA
2.Dr.SOEDARSONO
3.Mr.AMIR SYARIFFUDIN
4.Mr.ALI BOEDIARDJO
PENENGAH LORD KILLEARN
Didalam naskah perundingan yang ditandatangani pemerintah Republik Indonesia
dengan Pemerintah Pemerintah Belanda yang difasilitasi pemerintah Inggris
terdapat 17 pasal dan 1 pasal penutup tapi inti perundingan terdapat di
beberapa pasal karena mengatur wewenang dan kekuasaan Republik Indonesia dan
kerajaan Belanda yang kemudian menghasilkan ketidakpuasan banyak kalangan tokoh
Republik Indonesia baik kalangan sipil maupun militer karena sangat merugikan
Indonesia dan menguntungkan Kerajaan Belanda
Pasal 1
Pemerintah belanda mengakoei kenjataan kekoeasaan de facto pemerintah
republik indonesia atas Djawa,madoera dan soematra.Adapoen daerah-daerah jang
didodoeki pleh tentara serikat atau tentara belanda dengan berangsoer-angsoer
dan dengan kerdjasama bersama antara kedoebelah pihak akan dimasoekkan poela
kedalam wilayah republik.
Pasal 2
Pemerintah belanda dan pemerintah republik indonesia bersama
menjelanggarakansegera berdirinja sdeboeah negara berdaulat dan berdemokrasi
jang berdasarkan perserikatan dan dinamai negara republik indonesia Serikat
Pasal 4
Adapoen negara-negara jang kelak meroepakan Negara Indonesia Serikat itoe
ialah repoeblik Indonesia,Boeneo dan Timoer-Besar
Pasal 8
Di poetjoek persekoetoean Belanda Indonesia itoe doedoeklah radja
Belanda.Kepoetoesan-kepoetoesan bagi bagi mengoesahakan kepentingan-kepentingan
bersama itoe ditetapkan oleh alat-alat kelengkapan persekoetoean itoe atas nama
baginda radja.
Di ruangan berikutnya atau ruang tamu dalam musium terdapat gambaran suasana
perundingan Linggarjati dalam kotak kaca besar setinggi hampir 2 meter ruangan
sidang meja-meja perundingan dan patung-patung delegasi dari Pemerintah
Indonesia serta kerajaan Belanda duduk di meja yang saling berhadapan dan ditengahi
delegasi kerajaan Inggris di ruangan ini terdapat foto-foto menggambarkan
kondisi saat itu.

Ruangan berikutnya atau ruang tengah merupakan ruangan yang digunakan
sebagai ruangan perundingan yang menghasilkan perjanjian Linggrjati di ruangan
ini masih seperti aslinya seperti dahulu baik perabot,meja dan kursi dari
kayu,lampu gantung kuno,jendela,laci belum ada yang berubah sama dengan kondisi
65 tahun lalu.meja dan kursi Lord killearn terletak paling ujung tepat di depan
jendela sedang di kiri dan kanannya masing-masing terdapat 2 buah meja dengan
masing-masing meja terdapat 4 buah kursi milik delegasi kerajaan Belanda dan
delegasi pemerintah Indonesia di meja tersebut terdapat nama-nama masing
delegasi dan agak jauh diseberang terdapat sebuah meja bundar dengan 4 buah
kursi milik para saksi perundingan tersebut.

Gedung perundingan linggarjati juga merupakan tempat tinggal sementara para
delegasi beserta pihak penengah yang bersidang di sini terdapat kamar dimanana
Lord killearn penengah dari Kerajaan inggris tinggal terdapat sebuah meja
bundar kecil dengan 4 3 buah kursi dan 1 sofa berwarna biru tua di kamar ini
terdapat lemari pakaian dan foto tua saat Lord killearn berdiskusi dengan Bung
Karno,sketsa Bung Karno bersama Lord killearn dan lukisan bung karno
menghimbau agar masyarakat menerima hasil perundingan Linggarjati demi
persatuan dan kesatuan Bangsa dalam bingkai kaca digantung di dinding.
Selain kamar tempat
tinggal Lord Killearn juga terdapat kamar tempat Delegasi pemerintah Indonesia
beserta delegasi Kerajaan Belanda tinggal lengkap dengan meja,tempat
tidur,lemari pakaian,ruang makan,kamar mandi dan toilet,gudang,paviliun, serta
garasi mobil
Dari foto-foto tua yang dipajang disini kita menngetahui sejarah gedung ini
awalnya ini merupakan gubug milik Ibu Jasitem warga asli disini di tahun
1918,di tahun 1921 gubug dan area sekitarnya dibeli seorang Bangsa Belanda
bernama Tersana dan dirombak menjadi rumah semi permanen,di tahun 1930-1935 rumah
ini dibeli keluarga Van Ost Dome yang berkewarganegaraan Belanda dan dirombak
menjadi rumah tinggal lebih baik seperti yang sekarang kita lihat.Oleh seorang
berkebangsaan Belanda bernama Heiker dikontrak dan dijadikan hotel bernama Rus
“Toord”.
Di tahun 1942 ketika Jepang menguasai Indonesia oleh pihak Jepang fungsinya
sebagai hotel tidak diubah hanya diganti namanya menjadi hotel Hokay Ryokan.dan
akhirnya ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya di tahun 1945 hotel
ini diganti namanya menjadi Hotel Merdeka.konsep pembagian sebagai ruang hotel
masih bisa dilihat sampai saat ini di museum Linggarjati.
saat aksi militer Belanda ke 2 dari tahun 1948-1950 gedung ini dijadikan
Markas belanda di tahun 1950-1975 gedung ini dirubah fungsinya menjadi Sekolah
Dasar Linggarjati ketika di tahun 1975 Bung Hatta dan Ibu Syahrir mengunjungi
gedung ini dan membawa pesan bahwa gedung ini akan dipugar dengan bantuan dana
dari Pertamina namun sayang belum sempat terealisasi akhirnay di tahun
1976 gedung ini diserahkan kepada departemen pendidikan dan kebudayaan nasional
untuk dijadikan museum memorial dengan nama museum Linggarjati.
Secara keseluruhan luas komplek museum Linggarjati mencapai 2,4 hektar dan
hanya sepertiganya sekitar 800 M2 yang dijadikan bangunan dan sisanya dijadikan
area terbuka dengan pohon pohon rindang dan tanaman yang berbunga menciptakan
lingkungan yanga asri didukung iklim yang sejuk menjadikan tempat ini pilihan
favorit warga Belanda untuk berlibur.
Di halaman museum Linggarjati terdapat
monumen peringatan perundingan Linggarjati.monumen ini tingginya hampir 3 meter
terdiri dari 3 bagian meliputi dasar monumen,badan monumen berdasar warna hitam
terdapat lukisan jabat tangan antara delegasi Indonesia dengan kerajaan Belanda
yang disaksikan Lord Killearn penengah dari kerajaan Inggris yang berdiri di
tengah-tengah dan dibawahnya terdapat isi pokok-pokok perjanjian Linggarjati
sedang dibagian puncak terdapat batu hitam dengan lukisan 5 pilar masyarakat
Indonesia petani,agamawan,wanita,tentara,dan pemuda yang saling
berangkulan sebagai wujud kekuatan utama bangsa Indonesia yang teguh
membela kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dibawah patung
Garuda Pancasila sebagai alat pemersatu seluruh komponen bangsa.
Museum Linggarjati terbuka untuk
umum dan dapat dikunjungi oleh umum dan dibuka mulai dari.
1.Senin-Jumat dari jam
07.00-15.00 WIB
2.Sabtu-Minggu dari jam
08.00-17.00 WIB
Museum Linggarjati mudah dicapai
dari
1.Kota Kuningan Jawa Barat
sekitar 17 KM
2.Kota Cirebon Jawa Barat sekitar
25 KM